Batuk Pilek Mas Al

Standar

Hari kamis malem sepulang kerja mas al agak anget disertai bersin2.Jumat paginya karena makin anget jadi saya minumkan tempra drop,ini karena mas al pernah ada riwayat kejang.Dan si dokternya dulu mewanti2 kalau mas al demam segera kasih penurun panas supaya kejangnya gk terulang karena mas al gak kuat klo demam jd pernah kejang.Hari jumat rewel banget,ingusnya mulai meler2.Maunya di gendong2.Hari sabtu -minggu semakin rewel.Minggu sore Batuknya udah keluar,ingusnya juga sudah mengental,demamnya sudah turun gak naik2 lagi jadi stop tempranya.Makannya juga dikit,jadi dikasih bubur aja yg biar tinggal telen,untung anaknya suka minum jadi minumnya juga banyak.Mbaknya bentar2 bilang ‘kasian batuknya’ ,saya cuma jwb ‘biar aj,nanti juga sembuh’.Saya kekeh gak kasih obat batuk bukan karena gk sayang anak justru karena saya sayang anak.

“Demam timbul sebagai reaksi tubuh menghadapi infeksi virus agar tidak mudah berkembang biak. Bila saatnya turun, tubuh akan menurunkan sendiri suhunya. Demam baik kan?
Batuk bertujuan mengeluarkan dahak berisi kuman agar tidak menumpuk dan membuat sesak. Ingus berisi kuman yang seharusnya dikeluarkan tubuh juga. Muntah membuang bahan yang tidak seharusnya berada dalam tubuh. Segala sesuatu memang diadakan dengan tujuannya.” mengutip dari catatan seorang dokter anak tentang batuk pilek http://arifianto.blogspot.com/2012/08/welcome-to-batuk-pilek-season.html

kutipan dari http://arifianto.blogspot.com/2014/03/apakah-batuk-pilek-perlu-diobati.html tentang obat batuk pilek berikut ini :
“Data di Amerika menyatakan obat-obatan pereda gejala batuk-pilek berada di dalam daftar 20 obat tersering yg menyebabkan kematian pd anak balita. Pada tahun 2008, Badan Pengawas Obat dan Makanan di AS (FDA) menyatakan obat-obatan jenis ini yg dijual bebas (OTC) dihindari penggunaannya pada anak berusia di bawah 2 tahun. Para produsen farmasi mengikutinya. Hasilnya adalah: angka kunjungan ke IGD akibat efek samping obat-obatan jenis ini berkurang. Para produsen lalu melabel ulang OTC untuk obat batuk pilek anak tidak boleh digunakan untuk anak berusia di bawah 2 tahun.

Bagaimana dengan Indonesia? Belum ada upaya ke sini sepertinya.

Tetapi terlepas dari potensi efek samping obat batuk pilek utk anak, sebenarnya adakah manfaat obat obatan ini dalam membantu penyembuhan common cold?

1. Antihistamin, ditujukan untuk meredakan bersin-bersin dan ingus meler. Antihistamin lazimnya diberikan untuk menghambat reseptor histamin yang berperan dalam reaksi alergi (gejala alergi memang bisa berupa bersin dan hidung meler, tetapi common cold disebabkan oleh infeksi virus, bukan reaksi alergi). Contohnya adalah: klorfeniramin (CTM), difenhidramin, dan hidroksizin. Satu penelitian yang dimuat di jurnal bergengsi Pediatrics tahun 2004 menyimpulkan difenhidramin tidak lebih baik dibandingkan dengan plasebo (pembanding, digunakan dalam penelitian dan tidak memiliki khasiat apapun) dalam mengurangi batuk di malam hari dan gangguan tidur (akibat common cold) pada anak.
Dua review (ikhtisar berbagai penelitian) dari Cochrane juga menyimpulkan antihistamin tidak lebih baik dibandingkan dengan plasebo dalam mengatasi batuk.
Perlu diketahui, Cochrane Database adalah meta-analisis yang menempati tingkat kesahihan tertinggi di dalam penelitian kedokteran.
Lebih lanjut, kita mengetahui CTM mempunyai efek samping mengantuk, yang dapat merancukan kondisi anak: apakah anak mengantuk karena obat atau karena adanya penyakit yang membuat penurunan kesadaran? Antihistamin juga berefek samping mengurangi produksi lendir (sehingga menjadi lebih kental?) dan membuat mulut kering, yang tentunya menjadikan anak makin tidak nyaman.
Kesimpulannya: antihistamin tidak efektif dalam meredakan gejala common cold.

2. Antitusif, ditujukan untuk menekan refleks batuk, sehingga anak berkurang batuknya. Contohnya adalah dekstrometorfan (DMP). Satu penelitian, masih dari jurnal yang sama, menyimpulkan DMP tidak lebih baik dibandingkan plasebo dalam mengurangi gejala batuk di malam hari yang mengganggu tidur pada anak.
Batuk pada dasarnya adalah upaya tubuh untuk membuang lendir dari saluran napas. Lendir berisi antara lain virus yang justru memang berusaha dibuang ke luar tubuh. Artinya, batuk bertujuan baik, karena merupakan mekanisme pertahanan tubuh. Logikanya, upaya untuk menekan batuk justru berpotensi membahayakan tubuh, karena menghalangi dahak untuk dibuang keluar. Meskipun demikian, toh penelitian menunjukkan DMP tidak berkhasiat dalam mengurangi gejala common cold. Obat ini juga mempunyai efek samping mengantuk dan limbung.

3. Dekongestan, ditujukan untuk melegakan hidung tersumbat. Contohnya adalah: pseudoefedrin, fenilpropanolamin (PPA), dan fenilefrin. Sayangnya dekongestan mempunyai efek samping penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi) yang bisa mengakibatkan peningkatan tekanan darah, dan dampak lain seperti sakit kepala, jantung berdebar-debar, dan gangguan irama jantung. Jurnal Pediatrics in Review di tahun 2011 menyatakan tidak ada bukti yang menyokong efektivitas dekongestan dalam meredakan gejala common cold. Bahkan pernah dilaporkan adanya kematian akibat penggunaan obat jenis ini.

4. Ekspektoran, ditujukan untuk mengencerkan dahak, misalnya: guaifenesin. Pada orang dewasa, penelitian yang ada menunjukkan kegagalannya dalam mengurangi gejala batuk. Penelitian yang menunjukkan efektivitasnya pada anak belum ada.”

Ketika anak sakit batuk-pilek cuma 1 obatnya sabar dari orang tuanya

BENTO utk mas al

Standar

Karena anak bayinya sekarang udah gede jadinya dibikinin sarapannya dibentuk bento2 biar makannya lahap..Yg dimakan duluan am mas al pasti matanya,mulutnya baru yang lain

1.bento minion
Isinya nasi putih,telur kuningnya aj,tumis sayuran,keju,sosis dan agar2

image

image

2.bento mobil
Mas suka banget kalau liat mobil,jadi bento pagi ini sama kaya kesukaannya mas al.Isinya nasi kuning,keju,nori,sosis,tempe orek,telur(cm utk kebutuhan foto aj gk dikasih karena kemaren makan telur merah2) dan daging hamburger
image
image

3.bento kero kerropi
image

4.bento hello kitty
image

5.bento bear
image

LinQ insert delete update

Standar

14. Tutor ADO.NET Entity Framework
Tutorial ADO.NET Entity Framework untuk proses transaksi ORM (Object Relational Mapping) yang
berguna untuk menyimpan data dari class diagram (object) ke dalam sebuah database egine server.
Dibawah ini adalah contoh proses Insert, Edit, Delete object EntityFramework :
///

InsertUser

/// Collections of MstUser table
/// Success if its true
public static bool InsertUser(MstUser user)
{
bool result = false;
if (user != null)
{
try
{
using (NYKEntities ledger = new NYKEntities())
{
var getUser = GetUserByUserLogin(user.UserLogin);
if (getUser != null)
{
throw new ArgumentException(“User” + ” ” + “‘” +
user.UserName + “sudah terdaftar”);
}
else
{
ledger.MstUsers.AddObject(user);
int succes = ledger.SaveChanges();
result = succes > 0;
}
}
}
catch (Exception)
{
throw;
}
}
return result;
}
///

UpdateUser

/// Colllections of MstUser table
/// Success if its true

bool result = false;
if (user != null)
{
try
{
using (NYKEntities ledger = new NYKEntities())
{
IQueryable Query = from usr in ledger.MstUsers
where usr.UserPk == user.UserPk
select usr;
if (Query.Count() > 0)
{
object temp = Query.First();
ledger.MstUsers.ApplyCurrentValues(user);
ledger.DetectChanges();
int succces = ledger.SaveChanges();
result = succces > 0;
}
}
}
catch (Exception)
{
throw;
}
}
return result;
}
///

DeleteExchangeRate

/// Collections of TrnExchangeRate
/// Success if its true

public static bool DeleteExchangeRate(TrnExchangeRate rate)
{
bool result = false;
if (rate != null)
{
try
{
using (NYKEntities ledger = new NYKEntities())
{
var delObj = ledger.TrnExchangeRates.Where(s => s.ExchangeRatePk
== rate.ExchangeRatePk).First();
ledger.DeleteObject(delObj);
int changes = ledger.SaveChanges();
result = changes
public static bool UpdateUser(MstUser user)
{
throw;
}
}
return result;
}

public static List GetUserNameForAdmin(String _userName)
{
List lstUser = new List();

if (!String.IsNullOrEmpty(_userName))
{
using (NYKEntities ledger = new NYKEntities())
{
IQueryable Query = from usr in ledger.MstUsers
where usr.UserRole > 1 && usr.UserName.Contains(_userName)
&& usr.CanAccesBillingPlus == true
orderby usr.UserRole ascending
select new MasterUser
{
userLogin = usr.UserLogin,
userName = usr.UserName,
userJabatan = usr.UserJabatan,
userRole = usr.UserRole,
userOfficeDepartment = usr.UserOfficeDepartment,
userIsActive = usr.UserIsActive,

};

List lookUpUser = new List(Query);

if (lookUpUser.Count() > 0)
{
foreach (var item in lookUpUser)
{
if (item.userIsActive)
{
item.Status = “available.png”;
}
else
{
item.Status = “no_entry.png”;
}
item.roleName = Enum.GetName(typeof(EnumarationRole), item.userRole);
item.departementName = Enum.GetName(typeof(EnumarationDepartement), item.userOfficeDepartment);
}
}

lstUser = new List(lookUpUser);

}
}

return lstUser;

}

public static MstUser GetUserByUserPk(Int64 _userPk)
{
MstUser result = null;

if (_userPk > 0)
{
using (NYKEntities ledger = new NYKEntities())
{
IQueryable Query = from usr in ledger.MstUsers
where usr.UserPk == _userPk
select usr;
List lstUser = new List(Query);

if (lstUser.Count() > 0)
{
result = lstUser.First();
}
}
}

return result;
}
Cara pemanggilan fungsi – fungsi di atas :
///

BindBackFromControl

/// Collections of MstUser table
private MstUser BindBackFromControl()
{
String _pass = MasterUser.GetHash(this.txtPassword.Text);
Int32 _role = Convert.ToInt32(this.ddlRole.SelectedValue);
Int32 _depart = Convert.ToInt32(this.ddlDepartment.SelectedValue);
String _login = this.txtUserLogin.Text.Trim();
String _name = this.txtNama.Text.Trim();
String _jabatan = this.txtJabatan.Text.Trim();
Boolean _isActive = Convert.ToBoolean(this.rblStatus.SelectedValue);
Boolean _isLedger = Convert.ToBoolean(this.rblLedgerPlus.SelectedValue);
Boolean _isBilling = Convert.ToBoolean(this.rblBilling.SelectedValue);
MstUser user = new MstUser();
user.UserPk = -1;
user.UserPassword = _pass;
user.UserName = _name;
user.UserLogin = _login;
user.UserJabatan = _jabatan;
user.UserOfficeDepartment = _depart;
user.UserRole = _role;
user.UserIsActive = _isActive;
user.CanAccesLedgerPlus = _isLedger;
user.CanAccesBillingPlus = _isBilling;
return user;
}

///

SaveProcess

private void SaveProcess()
{
MstUser user = this.BindBackFromControl();
bool result = MasterUser.InsertUser(user);
if (result)
{
this.lblPesan.Text = ErrorConstantas.ERR_SAVE_SUCCESS;
this.lblPesan.Visible = true;
this.lblPesan.ForeColor = Color.Red;
this.lblPesan.Font.Size = 10;
this.lblPesan.Font.Italic = true;
}
else
{
this.lblPesan.Text = ErrorConstantas.ERR_SAVE_FAILED;
this.lblPesan.Visible = true;
this.lblPesan.ForeColor = Color.Red;
this.lblPesan.Font.Size = 10;
this.lblPesan.Font.Italic = true;
}
}
private void BindToControl()
{
int _role = 0;

if (this._userPk > 0)
{
var user = MasterUser.GetUserByUserPk(this._userPk);

if (user != null)
{
this.txtUserLogin.Text = user.UserLogin;
this.txtNama.Text = user.UserName;
_role = this._userRole;

this.ddlRole.SelectedIndex = _role;
this.IsiRole((EnumarationRole)_role);

this.ddlRole.SelectedValue = user.UserRole.ToString();

if (this._userRole == (short)EnumarationRole.Administrator
|| this._userRole == (short)EnumarationRole.Supervisor_HRD)
{

this.ddlRole.Enabled = true;
}
else
{
this.ddlRole.Enabled = false;
}

this.IsiDepartement((EnumarationDepartement)user.UserOfficeDepartment);

this.ddlDepartement.SelectedValue = user.UserOfficeDepartment.ToString();
this.ddlDepartement.Enabled = false;

this.rblStatus.SelectedValue = user.UserIsActive.ToString();
this.txtJabatan.Text = user.UserJabatan;

}
}
}

private void BindToGridUser()
{

#region Obout Grid

String search = this.txtName.Text;

if (!string.IsNullOrEmpty(search))
{
this.lookUser = MasterUser.GetUserNameForAdmin(search);

}
else
{
this.lookUser = MasterUser.GetAllUserForAdmin();
}

this.grdUser.PageSizeOptions = “10,15″;
this.grdUser.AllowAddingRecords = false;
this.grdUser.DataSource = null;
this.grdUser.DataSource = this.lookUser;
this.grdUser.DataBind();

#endregion
}

Object Orientied Programming

Standar

Object Orientied Programming adalah
sebuah konsep programming yang menjadikan semua code/script di jadikan menjadi
sebuah object. Sebelum kita mengetahui beberapa konsep OOP yang di ajarkan pada
umumnya, kita harus mengetahui terlebih dahulu beberapa istilah di seperti object. Object
adalah Sebuah instance (perwujudan nyata) dari suatu kelas tertentu. Dibawah ini adalah
beberapa konsep yang di anut OOP :
a. Encapsulation adalah proses pembungkusan sebuah object kedalam sebuah kelas.
b. Inherintance adalah proses pewarisan keturanan sifat dari kelas induk (Super Class)
kepada anak kelas nya (Sub Class).
c. Polymorphism adalah proses pengubahan bentuk sebuah object menjadi berbagai
bentuk. Pengubahan bentuk tersebut menggunakan konsep overriding dan inheritance

1.Encapsulation
Encapsulation adalah konsep pembungkusan sebuah object kedalam sebuah kelas
(Class). Dibawah ini contoh encapsulation :
public class SegiEmpat {
int panjang;
int lebar;
string warna;
//Constructor//
public SegiEmpat(string w, int p, int l)
{
panjang = p; lebar = l; warna = w;
}
//properties//
public setWarna (string w)
{
warna = w;
}
}
SegiEmpat sPink = new SegiEmpat(“pink”, 20,10); // instance of class SegiEmpat
Didalam sebuah class terdapat beberapa bagian yaitu :
a. Constructor adalah sebuah fungsi yang nama sesuai dengan nama Class
tersebut. Bila kita tidak membuat constructor, maka secara otomatis Visual
Studio akan membuat Default Constructor yang tidak mengembalikan nilai
apapun. Constructor akan di buat atau di jalankan pada saat kita melakukan
instansi sebuah objek.
b. Attribute adalah merupakan bagian dari sebuah class. Di dalam attribute
terdiri dari variable, function, properties.
c. Access Modifiers digunakan untuk menentukan hak akses dari class dan
method, adapun access modifier yang ada pada C# sebagai berikut:
a) public adalah salah satu access modifier yang ada di dalam bahasa
pemograman yang menggunakan konsep OOP. Access modifier public
berarti sebuah class tersebut dapat digunakan di mana aja termasuk
contain yang ada di dalam sebuah class itu
b) private adalah salah satu access modifier yang hanya bisa di akses pada
kelas tersebut.
c) internal adalah salah satu access modifier yang memiliki sifat seperti
access modifier private namun internal hanya dapat diakses pada file yang
di assembly yang sama.
d) protected adalah salah satu access modifier yang hanya bisa di akses pada
kelas tersebut dan kelas turunan nya.
2.Inheritance
Inherintance adalah konsep OOP yang di mana kelas anak (SubClass) menurunkan
sifat dari kelas induk nya (SuperClass). Didalam bahasa pemogramman C#
inherintance di lambangkan dengan symbol “ : “. Di bawah ini adalah contoh dari
implementasi inherintance :
using System;
// declare the MotorVehicle class (the base class)
class MotorVehicle
{
// declare the fields
public string make;
public string model;
// define a constructor
public MotorVehicle(string make, string model)
{
this.make = make;
this.model = model;
}
// define a method
public void Start()
{
Console.WriteLine(model + ” started”);
}
}
// declare the Car class (derived from the MotorVehicle base class)
class Car : MotorVehicle
{
// declare an additional field
public bool convertible;
// define a constructor
public Car(string make, string model, bool convertible) :
base(make, model) // calls the base class constructor
{
this.convertible = convertible;
}
}
// declare the Motorcycle class (derived from the MotorVehicle base class)
class Motorcycle : MotorVehicle
{
// declare an additional field
public bool sidecar;
// define a constructor
public Motorcycle(string make, string model, bool sidecar) :
base(make, model) // calls the base class constructor
{
this.sidecar = sidecar;
}
// define an additional method
public void PullWheelie()
{
Console.WriteLine(model + ” pulling a wheelie!”);
}
}
public class Example7_1
{
public static void Main()
{
// declare a Car object, display the object’s fields, and call the
// Start() method
Car myCar = new Car(“Toyota”, “MR2″, true);
Console.WriteLine(“myCar.make = ” + myCar.make);
Console.WriteLine(“myCar.model = ” + myCar.model);
Console.WriteLine(“myCar.convertible = ” + myCar.convertible);
myCar.Start();
// declare a Motorcycle object, display the object’s fields, and call the
// Start() method
Motorcycle myMotorcycle = new Motorcycle(“Harley-Davidson”, “VRod”,
false);
Console.WriteLine(“myMotorcycle.make = ” + myMotorcycle.make);
Console.WriteLine(“myMotorcycle.model = ” + myMotorcycle.model);
Console.WriteLine(“myMotorcycle.sidecar = ” + myMotorcycle.sidecar);
myMotorcycle.Start();
myMotorcycle.PullWheelie();
}
}
3.3 Polymorphism
Polymorphism adalah kemampuan untuk mengubah banyak bentuk yang berbeda.
Didalam konsep polymorphism menggunakan keyword virtual dan menggunakam
konsep Overriding. Overriding adalah Subclass yang berusaha memodifikasi tingkah
laku yang diwarisi dari superclass. Overloading adalah beberapa fungsi/operator yang
di deklarasikan atau di definisikan didalam sebuah kelas yang sama. Overloading
dibagi menjadi dua yaitu : operator overloading dan method/fungsi overloading
a. Operator Overloading
Operator Overloading adalah pendeklarisan atau pendefinisian operator dalam
sebuah class secara bersamaan. Operator Overloading menggunakan keyword
‘operator’ kemudian di ikuti operator yang akan dioverloading. Contoh dari
Operator Overloading di gambarkan di bawah ini :
using System;
class Matrix
{
public const int DimSize = 3;
private double[,] m_matrix = new double[DimSize,
DimSize];
// allow callers to initialize
public double this[int x, int y]
{
get { return m_matrix[x, y]; }
set { m_matrix[x, y] = value; }
}
// let user add matrices
public static Matrix operator +(Matrix mat1, Matrix mat2)
{
Matrix newMatrix = new Matrix();
for (int x=0; x < DimSize; x++)
for (int y=0; y < DimSize; y++)
newMatrix[x, y] = mat1[x, y] +
mat2[x, y];
return newMatrix;
}
}
class MatrixTest
{
// used in the InitMatrix method.
public static Random m_rand = new Random();
// test Matrix
static void Main()
{
Matrix mat1 = new Matrix();
Matrix mat2 = new Matrix();
// init matrices with random values
InitMatrix(mat1);
InitMatrix(mat2);
print out matrices
Console.WriteLine("Matrix 1: ");
PrintMatrix(mat1);
Console.WriteLine("Matrix 2: ");
PrintMatrix(mat2);
// perform operation and print out results
Matrix mat3 = mat1 + mat2;
Console.WriteLine();
Console.WriteLine("Matrix 1 + Matrix 2 = ");
PrintMatrix(mat3);
Console.ReadLine();
}
// initialize matrix with random values
public static void InitMatrix(Matrix mat)
{
for (int x=0; x < Matrix.DimSize; x++)
for (int y=0; y < Matrix.DimSize; y++)
mat[x, y] = m_rand.NextDouble();
}
// print matrix to console
public static void PrintMatrix(Matrix mat)
{
Console.WriteLine();
for (int x=0; x < Matrix.DimSize; x++)
{
Console.Write("[ ");
for (int y=0; y < Matrix.DimSize; y++)
{
// format the output
Console.Write("{0,8:#.000000}",
mat[x, y]);
if ((y+1 % 2) < 3)
Console.Write(", ");
}
Console.WriteLine(" ]");
}
Console.WriteLine();
}
}
b. Overloading Methods
Overloading methods adalah beberapa fungsi/operator yang di deklarasikan atau
di definisikan didalam sebuah kelas yang sama. Dibawah ini adalah contoh
pemakaian overloading methods :
// declare the Swapper class
class Swapper
{
// this Swap() method swaps two int parameters
public void Swap(ref int x, ref int y)
{
int temp = x;
x = y;
y = temp;
}
// this Swap() method swaps two float parameters
public void Swap(ref float x, ref float y)
{
float temp = x;
x = y;
y = temp;
}
}
public class Example5_9
{
public static void Main()
{
// create a Swapper object
Swapper mySwapper = new Swapper();
// declare two int variables
int intValue1 = 2;
int intValue2 = 5;
System.Console.WriteLine("initial intValue1 = " + intValue1 +
", intValue2 = " + intValue2);
// swap the two float variables
// (uses the Swap() method that accepts int parameters)
mySwapper.Swap(ref intValue1, ref intValue2);
// display the final values
System.Console.WriteLine("final intValue1 = " + intValue1 +
", intValue2 = " + intValue2);
// declare two float variables
float floatValue1 = 2f;
float floatValue2 = 5f;
System.Console.WriteLine("initial floatValue1 = " + floatValue1 +
", floatValue2 = " + floatValue2);
// swap the two float variables
// (uses the Swap() method that accepts float parameters)
mySwapper.Swap(ref floatValue1, ref floatValue2);
// display the final values
System.Console.WriteLine("final floatValue1 = " + floatValue1 +
", floatValue2 = " + floatValue2);
mySwapper.Swap(ref floatValue1, ref floatValue2);
}
}
c. Overriding Methods
Overriding methods adalah Subclass yang berusaha memodifikasi tingkah laku
yang diwarisi dari superclass. Di bawah ini adalah contoh Overriding methods :
using System;
public class MotorVehicle {
public string make;
public string model;
public MotorVehicle(string make, string model) {
this.make = make;
this.model = model;
}
public virtual void Accelerate() {
Console.WriteLine(model + " accelerating");
}
}
public class Product : MotorVehicle {
public Product(string make, string model) :
base(make, model) {
}
public override void Accelerate() {
Console.WriteLine("Pushing gas pedal of " + model);
base.Accelerate();
}
}
public class Motorcycle : MotorVehicle {
public Motorcycle(string make, string model) :
base(make, model) {
// do nothing
}
public override void Accelerate() {
Console.WriteLine("Twisting throttle of " + model);
base.Accelerate();
}
}
class MainClass {
public static void Main() {
Product myProduct = new Product("Toyota", "MR2");
myProduct.Accelerate();
Motorcycle myMotorcycle =
new Motorcycle("Harley-Davidson", "V-Rod");
myMotorcycle.Accelerate();
}
}

c# Programming

Standar

Dalam dunia programming yang paling trendi saat ini adalah mengenai konsep
programming yang menganut object based atau sering di sebut Object Oriented
Programming. Object Oriented Programming adalah konsep pemogramman yang
berbasiskan objek dengan kata lain semua code di aplikasikan kedalam konsep menjadi
sebuah kelas (classes). Bahas pemograman C# adalah satu bahasa pemograman yang di
design menggunakan/ menerapkan konsep OOP. Beberapa konsep OOP yang di anut
sama bahas pemograman C# adalah :
a. Encapsulation
b. Inheritance
c. Polymorphism
Di bawah ini adalah contoh penulisan sintaks C# :
using System;
class MainClass {
public static void Main() {
int x;
object obj;
x = 10;
obj = x; // box x into an object
int y = (int)obj; // unbox obj into an int
Console.WriteLine(y);
}
}
1.1 Identifier dan Keyword
Di bawah ini beberapa identifier yang di sediakan namun dalam penamaan code tidak
boleh di gunakan :
System, Test Main, x , Console WriteLine
Dibawah ini beberapa keyword yang di sediakan namun dalam penamaan code tidak
boleh di gunakan :
Bisa di lihat pada MSDN dengan kunci pencarian : C# Keywords
2. Variable di C#
Didalam bahasa pemograman kita mengenal variable. Variable adalah merupakan
gambaran nilai yang akan di ubah. Variabel dapat di kelompokkan menjadi beberapa
bagian :
a. Value Type
b. Reference Type
Cara – cara deklarasi sebuah variable :
String a; // declare variable
a = “Andi”; // assignment variable
2.1 Value Type
Value Type adalah merupakan sebuah tipe variable dalam hal penyimpanan di dalam
memory RAM berupa nilai yang di kirimkan serta dalam hal ruang penyimpanan
variable yang tergolong value type akan di simpan pada Stack dan value type
merupakan variable fixed dalam hal penempatan di memori RAM. Di bawah ini
adalah contoh variable yang merupakan value type :
Value types
• Numeric
— Signed integer (sbyte, short, int, long)
— Unsigned integer (byte, ushort, uint, ulong)
— Real number (float, double, decimal)
• Logical (bool)
• Character (char)
using System;
class MainClass {
public static void Main() {
int x;
object obj;
x = 10;
obj = x; // box x into an object
int y = (int)obj; // unbox obj into an int
Console.WriteLine(y);
}
}
2.2 Reference Type
Reference Type adalah merupakan sebuah tipe variable dalam hal penyimpanan di
dalam memory RAM berupa alamat dari memory terserbut namun alamat memory
tersebut adalah secara acak, karena penyimpananya di dalam memory RAM adalah di
Hashing table. Di bawah ini adalah contoh variable yang merupakan Reference Type
:
Reference types
• String (string)
• Object (object)
using System;
class MainClass {
public static void Main() {
String x;
object obj; // refrence type
x = “andi”;
obj = x; // box x into an object
var y = Convert.ToString(obj);
Console.WriteLine(y);
}
}

Linq

Standar

Linq adalah merupakan bagian dari satu kesatuan bahasa dan fitur framework dalam
menuliskan struktur query code yang aman dari local object collections dan remote data
sources. LINQ di perkenalkan oleh Microsoft pada C# Net Framework 3.0 dan C# .Net
Framework 3.5.
Linq dapat melakukan retreieve data dari berbagai macam source data diantaranya :
a. Linq to Object adalah Query Linq yang mengimplementasi resource data berasal dari
sebuah object yang menggunakan konsep Collection (IEnumarable, IEnumarable
<T>). Dibawah ini Contoh Linq to Object :
using System;
using System.Collections;
using System.Collections.Generic;
using System.Text;
using System.Linq;
using System.Reflection;
class Salary
{
int _id;
int _year;
double _salary;
public int ID
{
get { return _id; }
set { _id = value; }
}
public int Year
{
get { return _year; }
set { _year = value; }
}
public double SalaryPaid
{
get { return _salary; }
set { _salary = value; }
}
}
class Employee
{
int _id;

int _idRole;
string _lastName;
string _firstName;
public int ID
{
get { return _id; }
set { _id = value; }
}
public int IDRole
{
get { return _idRole; }
set { _idRole = value; }
}
public string LastName
{
get { return _lastName; }
set { _lastName = value; }
}
public string FirstName
{
get { return _firstName; }
set { _firstName = value; }
}
}
class Role {
int _id;
string role;
public int ID {
get { return _id; }
set { _id = value; }
}
public string Role {
get { return role; }
set { role = value; }
}
}
public class MainClass {
public static void Main()
{
//Lengkapi function di kertas jawaban.//
var query = from p in people
join s in salaries on p.ID equals s.ID
select new { p.FirstName, p.LastName,
s.SalaryPaid };
}
}

Linq to SQL adalah Query Linq yang mengimplementasi resource dari SQL Server
kemudian di jadikan sebuah Class. Namun Struktur Database yang ada haruse
menggunakan konsep ORM (Object Relationational Model). Di bawah ini contoh
LINQ to SQL:
// Northwnd inherits from System.Data.Linq.DataContext.
Northwnd nw = new Northwnd(@”northwnd.mdf”);
// or, if you are not using SQL Server Express
// Northwnd nw = new
Northwnd(“Database=Northwind;Server=server_name;Integrated
Security=SSPI”);
var companyNameQuery =
from cust in nw.Customers
where cust.City == “London”
select cust.CompanyName;
foreach (var customer in companyNameQuery)
{
Console.WriteLine(customer);
}
c. Linq to XML adalah Query Linq yang di implementasikan kedalam XML Code yang
sering digunakan sebagai template report yang mudah di pahami. Dibawah ini adalah
contoh Linq to XML.
using System;
using System.Collections.Generic;
using System.Linq;
using System.Xml.Linq;
/// <summary>
/// Get the Starbuzz customer data as an XDocument
/// </summary>
/// <returns>XDocument with the Starbuzz data</returns>
static XDocument GetStarbuzzData()
{
/*
* You can use an XDocument to create an XML file, and that
includes XML
* files you can read and write using
DataContractSerializer.
* An XMLDocument object represents an XML document. It’s
part of the System.Xml.Linq namespace.
* Use XElement objects to create elements under the XML
tree.
*/
XDocument doc = new XDocument(

new XDeclaration(“1.0″, “utf-8″, “yes”),
new XComment(“Starbuzz Customer Loyalty Data”),
new XElement(“starbuzzData”,
new XAttribute(“storeName”, “Park Slope”),
new XAttribute(“location”, “Brooklyn, NY”),
new XElement(“person”,
new XElement(“personalInfo”,
new XElement(“name”, “Janet Venutian”),
new XElement(“zip”, 11215)),
new XElement(“favoriteDrink”, “Choco Macchiato”),
new XElement(“moneySpent”, 255),
new XElement(“visits”, 50)),
new XElement(“person”,
new XElement(“personalInfo”,
new XElement(“name”, “Liz Nelson”),
new XElement(“zip”, 11238)),
new XElement(“favoriteDrink”, “Double Cappuccino”),
new XElement(“moneySpent”, 150),
new XElement(“visits”, 35)),
new XElement(“person”,
new XElement(“personalInfo”,
new XElement(“name”, “Matt Franks”),
new XElement(“zip”, 11217)),
new XElement(“favoriteDrink”, “Zesty Lemon Chai”),
new XElement(“moneySpent”, 75),
new XElement(“visits”, 15)),
new XElement(“person”,
new XElement(“personalInfo”,
new XElement(“name”, “Joe Ng”),
new XElement(“zip”, 11217)),
new XElement(“favoriteDrink”, “Banana Split in a
Cup”),
new XElement(“moneySpent”, 60),
new XElement(“visits”, 10)),
new XElement(“person”,
new XElement(“personalInfo”,
new XElement(“name”, “Sarah Kalter”),
new XElement(“zip”, 11215)),
new XElement(“favoriteDrink”, “Boring Coffee”),
new XElement(“moneySpent”, 110),
new XElement(“visits”, 15))));
return doc;
}
/// <summary>
/// Save the Starbuzz data to an XML file and load it again.
/// </summary>
/// <param name=”filename”>Filename to write the data to</param>
static void SaveDataToAnXmlFile(string filename)
{
XDocument doc = GetStarbuzzData();
doc.Save(filename);
}
/// <summary>
/// Query the data and print the results to the console

/// <param name=”doc”>XDocument with Starbuzz customer loyalty data
loaded</param>
/// </summary>
static void QueryTheData(XDocument doc)
{
// Do a simple query and print the results to the console
var data = from item in doc.Descendants(“person”)
select new
{
drink = item.Element(“favoriteDrink”).Value,
moneySpent = item.Element(“moneySpent”).Value,
zipCode =
item.Element(“personalInfo”).Element(“zip”).Value
};
foreach (var p in data)
{
Console.WriteLine(p.ToString());
}
// Do a more complex query and print the results to the console
var zipcodeGroups = from item in doc.Descendants(“person”)
group item.Element(“favoriteDrink”).Value
by
item.Element(“personalInfo”).Element(“zip”).Value
into zipcodeGroup
select zipcodeGroup;
foreach (var group in zipcodeGroups)
{
Console.WriteLine(“{0} favorite drinks in {1}”,
group.Distinct().Count(), group.Key);
}
}
static void Main(string[] args)
{
// Save the Starbuzz data
SaveDataToAnXmlFile(“starbuzzdata.xml”);
// Read the XML data from starbuzzdata.xml
XDocument starbuzzData = XDocument.Load(“starbuzzdata.xml”);
// Query the data that was loaded
QueryTheData(starbuzzData);
// Don’t quit until the user presses a key (just to make it
easier to run in the
// Visual Studio debugger — since this is a learning exercise)
Console.ReadKey();
}

d. Linq to DataSet
Linq to DataSet adalah Query yang mengimplementasikan kedalam resources Dataset
Control yang ada di sediakan pada Net Framework
dsPeople ds = new dsPeople();
dsPeople.RoleRow row =
ds.Role.NewRoleRow();
row.ID = 1;
row.RoleDescription = “Manager”;
ds.Role.AddRoleRow(row);
row = ds.Role.NewRoleRow();
row.ID = 2;
row.RoleDescription = “Developer”;
ds.Role.AddRoleRow(row);
var q = from role in ds.Role
select role;
dsPeople.RoleDataTable t = new dsPeople.RoleDataTable();
q.CopyToDataTable(t, LoadOption.OverwriteChanges);
var query = from r in t
where r.ID == 1
select r;
foreach(var row in query)
{
Console.WriteLine(“Role: {0} {1}”, row.ID,
row.RoleDescription);
}
11. ADO.NET Entity Framework
ADO.Net Entity Framework adalah salah satu fitur framework yang terdapat pada Net
Framework 3.0, Net Framework 3.5 dan Net Framework 4.0. Entity Framework
menggunakan konsep ORM (Object Relational Model) yang di interpretasikan kedalam
bahasa LINQ di dalam C#. Entity Framework mengadaptasi konsep Linq to SQL namun
Entity Framework mengubaha struktur database menjadikan nya object /classes, sehingga
memudahkan dalam proses transaksi query kedalam Database Engine tanpa harus
Database Egine melakukan aktifitas yang tinggi dalam mengeksekusi query yang ada.
Entity Framework menggunakan konsep mapping struktur database yang berada di dalam
database engine menjadikannya sebuah objek/class diagram beserta

 

 

 

Tutorial ADO.NET Entity Framework untuk proses transaksi ORM (Object Relational Mapping) yang
berguna untuk menyimpan data dari class diagram (object) ke dalam sebuah database egine server.
Dibawah ini adalah contoh proses Insert, Edit, Delete object EntityFramework

 

public static bool InsertUser(MstUser user)
{
bool result = false;
if (user != null)
{
try
{
using (NYKEntities ledger = new NYKEntities())
{
var getUser = GetUserByUserLogin(user.UserLogin);
if (getUser != null)
{
throw new ArgumentException(“User” + ” ” + “‘” +
user.UserName + “sudah terdaftar”);
}
else
{
ledger.MstUsers.AddObject(user);
int succes = ledger.SaveChanges();
result = succes > 0;
}
}
}
catch (Exception)
{
throw;
}
}
return result;
}
/// <summary>UpdateUser</summary>
/// <param name=”user”>Colllections of MstUser table</param>
/// <returns>Success if its true</returns>
public static bool UpdateUser(MstUser user)
{
Create By : Fendy 2011
bool result = false;
if (user != null)
{
try
{
using (NYKEntities ledger = new NYKEntities())
{
IQueryable<MstUser> Query = from usr in ledger.MstUsers
where usr.UserPk == user.UserPk
select usr;
if (Query.Count() > 0)
{
object temp = Query.First();
ledger.MstUsers.ApplyCurrentValues(user);
ledger.DetectChanges();
int succces = ledger.SaveChanges();
result = succces > 0;
}
}
}
catch (Exception)
{
throw;
}
}
return result;
}
/// <summary>DeleteExchangeRate</summary>
/// <param name=”rate”>Collections of TrnExchangeRate</param>
/// <returns>Success if its true</returns>
public static bool DeleteExchangeRate(TrnExchangeRate rate)
{
bool result = false;
if (rate != null)
{
try
{
using (NYKEntities ledger = new NYKEntities())
{
var delObj = ledger.TrnExchangeRates.Where(s => s.ExchangeRatePk
== rate.ExchangeRatePk).First();
ledger.DeleteObject(delObj);
int changes = ledger.SaveChanges();
result = changes > 0;
}
}
catch (Exception)
Create By : Fendy 2011
{
throw;
}
}
return result;
}
Cara pemanggilan fungsi – fungsi di atas :
/// <summary>BindBackFromControl</summary>
/// <returns>Collections of MstUser table</returns>
private MstUser BindBackFromControl()
{
String _pass = MasterUser.GetHash(this.txtPassword.Text);
Int32 _role = Convert.ToInt32(this.ddlRole.SelectedValue);
Int32 _depart = Convert.ToInt32(this.ddlDepartment.SelectedValue);
String _login = this.txtUserLogin.Text.Trim();
String _name = this.txtNama.Text.Trim();
String _jabatan = this.txtJabatan.Text.Trim();
Boolean _isActive = Convert.ToBoolean(this.rblStatus.SelectedValue);
Boolean _isLedger = Convert.ToBoolean(this.rblLedgerPlus.SelectedValue);
Boolean _isBilling = Convert.ToBoolean(this.rblBilling.SelectedValue);
MstUser user = new MstUser();
user.UserPk = -1;
user.UserPassword = _pass;
user.UserName = _name;
user.UserLogin = _login;
user.UserJabatan = _jabatan;
user.UserOfficeDepartment = _depart;
user.UserRole = _role;
user.UserIsActive = _isActive;
user.CanAccesLedgerPlus = _isLedger;
user.CanAccesBillingPlus = _isBilling;
return user;
}
Create By : Fendy 2011
/// <summary>SaveProcess</summary>
private void SaveProcess()
{
MstUser user = this.BindBackFromControl();
bool result = MasterUser.InsertUser(user);
if (result)
{
this.lblPesan.Text = ErrorConstantas.ERR_SAVE_SUCCESS;
this.lblPesan.Visible = true;
this.lblPesan.ForeColor = Color.Red;
this.lblPesan.Font.Size = 10;
this.lblPesan.Font.Italic = true;
}
else
{
this.lblPesan.Text = ErrorConstantas.ERR_SAVE_FAILED;
this.lblPesan.Visible = true;
this.lblPesan.ForeColor = Color.Red;
this.lblPesan.Font.Size = 10;
this.lblPesan.Font.Italic = true;
}
}

Mendidik kebiasaan makan anak

Standar

Bila dilihat dari sisi lain, kebiasaan makan saat hamil bisalah dipakai untuk ‘mendidik’ anak akan kebiasaan makan. Pada penelitian tahun 2001, satu grup ibu diminta meminum jus wortel selama kehamilan trimester ketiga, sedang grup lainnya hanya minum air biasa.Enam bulan kemudian bayinya ditawarkan jus wortel selain makanan sereal. Bayi dari ibu yang meminum jus wortel, lebih menyukai dan meminum jus wortel dibanding bayi dari grup ibu yang meminum air biasa.
Banyak penelitian lainnya pada binatang mendemonstrasikan sang anak menyukai rasa makanan yang ibu makan saat hamil. Beberapa penelitian pada manusia, juga menunjukan hal yang sama. Bayi yang lahir bukanlah dalam keadaan yang kosong, namun telah dibentuk atau diprogram selama dia berada dalam kandungan.
sumber : http://www.anakku.net/pendidikan-nutrisi-anak-dimulai-saat-ibu-hamil.html

Semenjak dalam kandungan, saya biasakan makan sayuran dan jus karena waktu itu terkena diabetes gestational (gula darah tinggi karena kehamilan) karena takut gula darahnya tinggi walau sudah suntik insulin tiap pagi jadi kalau ngemil itu buah atau jus pakai gulanya dikit dan gak pake susu.Setelah mulai makan pun mas al tetep diutamain makan sayuran dan buah.Dan mas al sekarang emang sukanya makan pake sayuran yang kuah dan buah2an.Apapun buah yang dikasih ke dia habis dalam sekejap,walau jusnya selalu dibikinnya tanpa gula karena memang paling baik jus itu tanpa gula.Karena udah terbiasa dan menjadi kebiasaan makan tiap hari di suguhinnya sayuran dan buah dari dalam kandungan jadi gak begitu susah untuk mas al suka makan sayur dan buah,semoga sampai gede ya mas al..